Entri Populer

Rabu, 21 Mei 2014

Berbagi Pengalaman dan Pengetahuan Lewat Tulisan Air

Menyambut inisiatif baik yg dilakukan Suki dkk. untuk membuat sebuah blog air. Posting status di medsos sebenarnya sudah menulis juga. Sayangnya medsos sulit dicari karena cara penampilannya yg basisnya timeline. Postingan di blog akan mudah dipanggil saat diperlukan. Selain sebuah dokumentasi tapi juga bisa jadi pembelajaran buat orang lain yg membacanya.

Senyum Ceria Anggi, Bucil, dan Ponti (kiri ke kanan)
setelah Mulung bersama KPC (Kelompok Peduli Ciliwung)
Yg unik dari blog ini adalah mengundang banyak penulis untuk menjadi kontributornya. Ajang yg baik untuk saling belajar dan mengasah kemampuan diri dalam mengembangkan budaya menulis.

Kelompok Pecinta Alam Lawalata IPB adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yg aktif melakukan perjalanan dan petualangan ke berbagai pelosok Nusantara. Perhatian utama kelompok anak muda ini adalah mengekspresikan kemudaan dan keahlian olah fisiknya. Tapi tidak itu saja, sebuah kecakapan olah otak akan mengimbangi petualangan perjalanannya.

Kenapa harus menulis? Gak harus juga sih. Menulis adalah usaha untuk melatih cara berpikir. Memperbaiki sikap dan kebiasaan kita yg mungkin tidak kita sadari. Misalnya perhatian kita atas sungai yg ada di sekitaran rumah kita merupakan suatu indicator perhatian kita atas pengelolaan barang public.

Secara umum barang publik biasa dipahami sebagai sesuatu yang dapat dinikmati atau dibutuhkan oleh semua orang (non-rival dan non-ekslusif). Untuk menggunakan barang public, kita tidak perlu membayar. Tapi sayangnya sesuatu yg tidak berbayar, biasanya kotor dan tidak terurus. Karena barang public dipahami sebagai berbeda dengan barang privat, yg kepemilikan dan penguasaannya dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang (ekslusif).

Kesadaran akan pengelolaan barang public harus kita ubah. Sungai dan perairan adalah barang public yg menjadi tanggung-jawab semua dari kita. Karena air dalam bentuknya di alam adalah saling terhubung. Sebuah imajinasi yg kita semua harus terus latih dan asah. Salah-satunya melalui kegiatan menulis.

oleh Rita Mustikasari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar